Selasa, 26 April 2011

Blue Steel Siap Investasi Rp80 M di Sulsel

MAKASSAR -- Dalam sehari, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menerima dua rencana investasi ke daerahnya. Pertama investasi baja ringan dan kedua pembangunan pabrik pengolahan kepala sawit.

Investasi baja ringan rencananya akan dilakukan PT Blue Steel Australasia yang beroperasi di Jawa Barat dengan menempatkan satu pabriknya di Sulsel. Perusahaan manufaktur baja ringan ini mengajukan kerja sama ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam bentuk penyertaan modal.

Direktur Blue Steel Australasia Benny Lau, menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya memproduksi aneka produk bahan bangunan berkualitas. Seperti, rangka atap, genteng metal, hingga penutup atap dari baja ringan. Saat ini Sulsel memang belum ada industri baja ringan yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan pasar.

Dengan hadirnya pabrik baja ringan di Sulsel, akan mampu mendorong perekonomian di daerah ini. Apalagi, Blue Steel juga sedang mengembangkan proyek rumah subsidi yang terbuat dari baja ringan. Blue Steel menjajaki investasi di Sulsel mencapai Rp80 miliar.

"Luas lahan yang kami butuhkan sekira 3,5 hektare dan tenaga kerja antara 100 sampai 300 orang," ungkap Benny saat bertemu dengan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis 24 Maret.

Syahrul sendiri mengatakan hal itu cukup bagus hanya saja, dia harus mengkaji dulu, termasuk membicarakan hal itu ke DPRD Sulsel.

Selain itu ada tiga investor yang akan membangun industri kelapa sawit di Kabupaten Wajo. Mereka akan mengelola lahan seluas 25.000 hektare.

Tiga investor yang akan mengelola sawit Wajo diproyeksi berkapasitas produksi 6.000 ton per hari dengan luas lahan 2.5000 hektar. Saat ini, PT Intaran mulai merancang pembangunan pabrik.

Bupati Kabupaten Wajo Burhanuddin Unru usai bertemu gubernur mengatakan kepala sawit sangat bagus dikembangkan asalkan ada pabriknya.

Kadis Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa menambahkan, tiga investor yang tertarik membangun industri kepala sawit di Wajo kini sedang mematangkan Amdal untuk pembangunan pabrik.

Sulsel kata dia, memang potensi mengembangkan sawit karena modal awal untuk industri sawit termasuk murah. Untuk lahan seluas 10.000 hektare senilai Rp50 juta per hektare dengan harga bibit senilai Rp30.000 per pohon,

(fajar,
Jumat, 25 Maret 2011)

0 Comments:

Post a Comment



Blogger templates made by AllBlogTools.com